Minggu, 16 September 2018

My tears

Ingin sekali ku melompat dari titik paling tinggi dunia..
Yatuhan aku melihat semua apa yang ia lakukan...
Namun aku cuma bisa diam tanpa terucap satu katapun dari mulutku..

Semua orang berkata, kenapa kamu masih disana? Kenapa kamu tak pergi? Kenapa kamu tak meninggalkannya sendiri terpuruk supaya ia merasakan akibat dari apa yang sudah ia lakukan? Terbuat dari apa hatimu itu? Apa yang membuatmu bertahan disana? Kamu tidak ingat perbuatan apa saja yang sudah ia lakukan padamu? Kalo seperti ini terus kamu akan terus dipermainkan dan direndahkan, mau? Sebegitu beruntungnya diakah mendapatkanmu, namun selalu disia-sia2kan?

Aku ingin pergi, namun kakiku untuk melangkahpun tak sanggup...

Aku tak sanggup melihatnya sedih, aku tak sanggup melihatnya sendirian, aku tak sanggup melihatnya terluka, aku tak sanggup melihatnya menangis, aku tak sanggup....

Aku akan terus melihatnya....

Kamis, 13 September 2018

Manusia Ter-bodoh

Ya, aku..
Iya benar aku..

Mungkin saat ini, detik ini, kamu sedang menertawakanku.. sebahagianya itukah kau mempermainkanku.. setelah apa yang selama ini sudah aku perjuangkan..

Disaat kamu sedih, susah, bahkan butuh aku pun sesibuk dan setidak mampunya waktu yang ku punya pasti aku akan berjuang untuk memberikan waktu yang ku punya, kalau saja waktu yang ku berikan adalah waktu terakhirpun aku akan berusaha memberikannya untukmu..

Ibarat saya memiliki uang 20rb dan kamu punya uang 100rb, namun ketika kamu meminta uang kepada ku akan ku berikan uang 20rb itu namun sebaliknya ketika ku meminta hanya 30rb yang kamu berikan.. dan ketika saatnya tiba nanti kamu menyadari bahwa seluruh hal yang ku punya aku berikan, dan ketika kau memilihnya bukan aku saat itu pula ia memiliki uang 100rb yang ia punya dan kamu hanya diberikan 30rb olehnya, seperti apa yang kau lakukan dulu terhadapku..

Selama ini yang terlintas dibenakku dan tak pernah ingin ku bertanya...
Apa salahku?
Apa yang telah ku perbuat?
Apa yang membuatmu sejahat ini?
Apa yang membuatmu perlakukanku seperti ini?
Apa yang selama ini kau pikirkan tentangku?
Kemana kamu pergi ketika aku butuh kamu?
Kemana kamu pergi ketika aku butuh seseorang untuk mendengarkan ceritaku hari ini?
Kemana kamu pergi ketika aku jatuh?
Kemana kamu pergi ketika aku sakit?
Kemana kamu pergi ketika tidak ada seorang pun yang menemaniku?
Kemana kamu pergi ketika aku butuh tempat untuk bersandar?
Kemana kamu selama ini?
Kenapa kamu pergi?
Kenapa kamu menghindar?
Kenapa kamu tidak menemani ku disini?
Kenapa kamu membohongiku?
Kenapa kamu membuatku menangis?
Kenapa kamu membuatku menderita tanpa kamu?
Kenapa kamu tega?


Tanpa pernah terbesit olehku untuk membalas semua yang kamu lakukan, iya karena aku tidak ingin kamu merasakan betapa sakit, sulitnya dan jatuhnya aku tanpa kamu..
Setelah ku mencoba keluar dari zona nyamanku, selama itu pula aku takbisa.. apa yang aku lakukan hari2 ku, yang terbiasa diisi oleh tingkah mu, ternyata tidak ada tempat untuk orang lain, karena apapun yang aku lakukan selalu tentang mu..

Aku lelah ...
Lelah sekali...
Hatiku hancur...
Hancur sekali...
Wanita bodoh ini yang sering sekali dibelakangku kau tertawakan adalah wanita yang masih berharap kamu bisa berubah, wanita yang masih berharap untuk kau cintai, wanita yang masih berharap untuk tak kau sakiti, wanita yang masih berharap agar Tuhan membukakan pintu hatimu..