The Listening Comprehension
section tests your ability to listen for basic interpersonal, instructional and
academic purposes. During the test, you will hear recordings of different talks
and discussions. Then, following each audio, you will hear a question or a
number of questions about what you just heard. For each of the questions, read
the four possible answers and choose the best answer by filling in the space —
see sample answer below — that corresponds to the letter of the answer you have
chosen.
Dengan waktu = 35 menit (termasuk
pembacaan petunjuk pelaksanaan untuk setiap bagian) Tes ini memberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan memahami
percakapan dan pembicaraan dalam bahasa Inggris. Listening Comprehension Test terdiri
dari 3 (tiga) bagian:
Part A : SHORT
DIALOGUE (DIALOG PENDEK)
Pada bagian ini, akan ada percakapan
singkat antara dua orang. Setelah percakapan, pertanyaan yang berhubungan
dengan percakapan tersebut akan diberikan. Baik percakapan dan pertanyaan tidak
akan diulangi.
Part B : LONG
CONVERSATION (PERCAKAPAN PANJANG)
Pada bagian ini, akan ada percakapan
dengan topik santai antara mahasiswa dengan durasi sekitar 60-90 detik. Setelah
percakapan panjang selesai akan diikuti oleh sejumlah pertanyaan pilihan ganda
yang kesemuanya merujuk pada percakapan panjang tersebut.
Part C : TALKS
(PEMBICARAAN)
Pada bagian ini, akan ada beberapa
pembicaraan dengan durasi sekitar 60-90 detik tentang kehidupan sekolah atau
perkuliahan, masing-masing diikuti dengan pertanyaan
pilihan ganda.
1. Dialog
Pendek
SKILL 1:
RESTATEMENT (Pernyataan Kembali)
Seringkali jawaban yang benar untuk sebuah pertanyaan dalam
bagian dialog pendek adalah jawaban yang berisi penyajian kembali ide-ide dalam
baris terakhir dari dialog.
Pernyataan negatif seringkali
digunakan dalam dialog singkat. Respon yang paling umum respon untuk pernyataan negatif adalah pernyataan positif yang
mengandung sebuah kata dengan arti yang berlawanan.
Saran juga sangat umum digunakan dalam dialog singkat.
Kadang-kadang sulit untuk mengerti
siapa atau apa yang melakukan tindakan dalam kalimat pasif. Masalah ini sering
diujikan dalam dialog singkat.
Keduanya
sering digunakan dalam dialog singkat dengan tujuan menarik semacam kesimpulan.
Dalam hal ini jawabannya tidak jelas dinyatakan, melainkan harus dapat disimpulkan berdasarkan klausa yang diberikan dalam dialog.
Salah satu jenis kesimpulan yang umum di bagian tes ini adalah meminta Anda
untuk menentukan siapa pembicara itu, berdasarkan clause dalam dialog.
Ungkapan persetujuan lazim digunakan
dalam dialog singkat. Berikut contoh yang menunjukkan perjanjian dengan
pernyataan positif.
2 Percakapan
Panjang
Pembicaraan panjang seringkali
berkisar tentang beberapa beberapa aspek dari sekolah (betapa sulitnya sebuah
mata kuliah, bagaimana menulis sebuah makalah penelitian, bagaimana cara
mendaftar untuk kursus, dsb) atau tentang kehidupan secara umum (menyewa
apartemen, bermain olahraga, pergi ke bank). Percakapan juga dapat berupa
kehidupan umum di Amerika Serikat (desalinasi pasokan air, daur ulang produk
yang digunakan, kerusakan dari badai atau tipe lain dari fenomena alam).
Percakapan panjang akan diikuti beberapa buah pertanyaan yang merujuk dari tema
yang sama.
3. Pembicaraan Panjang
Topik
pembicaraan sering tentang beberapa aspek kehidupan sekolah atau topik dalam berita. Pembicaraan panjang bisa juga diperpendek
dengan tema perkuliah di perguruan tinggi Amerika dan universitas luar negeri
lainnya. Dari sebuah long talks akan diberikan beberapa pertanyaan dalam tema
yang sama.
Persiapan Umum :
Tes TOEFL sering kali
memunculkan bayangan yang menakutkan bagi mereka yang belum pernah menjalani
sebelumnya. Bahkan tidak sedikit pula mereka yang sudah beberapa kali menempuh
ujian TOEFL masih mengalami kecemasan ketika menghadapi ujian. Namun ini tentu
saja bisa diminimalisasi bila anda memiliki persiapan yang cukup baik. Berikut
ini adalah poin-poin yang sebaiknya anda persiapkan sebelum menjalankan ujian
TOEFL :
a. TOEFL merupakan model tes yang memiliki pola-pola tertentu dan pasti.
Untuk itu selain mempersenjatai diri kita dengan kemampuan- kemampuan dasar dalam bahasa Inggris, sebaiknya anda juga mengenal pola-pola kompetensi yang diujikan dalam tes TOEFL.
b. Kenalilah bentuk-bentuk perintah ( direction ) dalam test TOEFL.
Karena ia memiliki pola kompetensi yang baku, anda dianjurkan untuk mengenal secara familier dengan bentuk-bentuk perintah yang terdapat pada soal ujian TOEFL, maka kepanikan anda akan terkurangi. Selain itu anda juga bisa memaksimalkan waktu ujian untuk lebih berkonsentrasi pada soal-soal yang akan diujikan.
Sumber:
