Minggu, 10 Mei 2015

LISTENING COMPREHENSION



The Listening Comprehension section tests your ability to listen for basic interpersonal, instructional and academic purposes. During the test, you will hear recordings of different talks and discussions. Then, following each audio, you will hear a question or a number of questions about what you just heard. For each of the questions, read the four possible answers and choose the best answer by filling in the space — see sample answer below — that corresponds to the letter of the answer you have chosen.
Dengan waktu = 35 menit (termasuk pembacaan petunjuk pelaksanaan untuk setiap bagian) Tes ini memberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan memahami percakapan dan pembicaraan dalam bahasa Inggris. Listening Comprehension Test terdiri dari 3 (tiga) bagian:

Part A : SHORT DIALOGUE (DIALOG PENDEK)
Pada bagian ini, akan ada percakapan singkat antara dua orang. Setelah percakapan, pertanyaan yang berhubungan dengan percakapan tersebut akan diberikan. Baik percakapan dan pertanyaan tidak akan diulangi.

Part B : LONG CONVERSATION (PERCAKAPAN PANJANG)
Pada bagian ini, akan ada percakapan dengan topik santai antara mahasiswa dengan durasi sekitar 60-90 detik. Setelah percakapan panjang selesai akan diikuti oleh sejumlah pertanyaan pilihan ganda yang kesemuanya merujuk pada percakapan panjang tersebut.

Part C : TALKS (PEMBICARAAN)
Pada bagian ini, akan ada beberapa pembicaraan dengan durasi sekitar 60-90 detik tentang kehidupan sekolah atau perkuliahan, masing-masing diikuti dengan pertanyaan pilihan ganda.
  
1. Dialog Pendek
SKILL 1: RESTATEMENT (Pernyataan Kembali)
Seringkali jawaban yang benar untuk sebuah pertanyaan dalam bagian dialog pendek adalah jawaban yang berisi penyajian kembali ide-ide dalam baris terakhir dari dialog.

Skill 2: NEGATIVES (Pernyataan Negatif)
Pernyataan negatif seringkali digunakan dalam dialog singkat. Respon yang paling umum respon untuk pernyataan negatif adalah pernyataan positif yang mengandung sebuah kata dengan arti yang berlawanan.

Skill 3: SUGGESTIONS (Saran)  
Saran juga sangat umum digunakan dalam dialog singkat.

Skill 4: PASSIVE
Kadang-kadang sulit untuk mengerti siapa atau apa yang melakukan tindakan dalam kalimat pasif. Masalah ini sering diujikan dalam dialog singkat.

Skill 5: WHO and WHERE (Apa dan Dimana)
Keduanya sering digunakan dalam dialog singkat dengan tujuan menarik semacam kesimpulan. Dalam hal ini jawabannya tidak jelas dinyatakan, melainkan harus dapat disimpulkan berdasarkan klausa yang diberikan dalam dialog. Salah satu jenis kesimpulan yang umum di bagian tes ini adalah meminta Anda untuk menentukan siapa pembicara itu, berdasarkan clause dalam dialog.

Skill 6: AGREEMENT (Persetujuan)
Ungkapan persetujuan lazim digunakan dalam dialog singkat. Berikut contoh yang menunjukkan perjanjian dengan pernyataan positif.

2  Percakapan Panjang
Pembicaraan panjang seringkali berkisar tentang beberapa beberapa aspek dari sekolah (betapa sulitnya sebuah mata kuliah, bagaimana menulis sebuah makalah penelitian,  bagaimana cara mendaftar untuk kursus, dsb) atau tentang kehidupan secara umum (menyewa apartemen, bermain olahraga, pergi ke bank). Percakapan juga dapat berupa kehidupan umum di Amerika Serikat (desalinasi pasokan air, daur ulang produk yang digunakan, kerusakan dari badai atau tipe lain dari fenomena alam). Percakapan panjang akan diikuti beberapa buah pertanyaan yang merujuk dari tema yang sama.

3. Pembicaraan Panjang
Topik pembicaraan sering tentang beberapa aspek kehidupan sekolah atau topik dalam  berita. Pembicaraan panjang bisa juga diperpendek dengan tema perkuliah di perguruan tinggi Amerika dan universitas luar negeri lainnya. Dari sebuah long talks akan diberikan beberapa pertanyaan dalam tema yang sama.

Persiapan Umum :
Tes TOEFL sering kali memunculkan bayangan yang menakutkan bagi mereka yang belum pernah menjalani sebelumnya. Bahkan tidak sedikit pula mereka yang sudah beberapa kali menempuh ujian TOEFL masih mengalami kecemasan ketika menghadapi ujian. Namun ini tentu saja bisa diminimalisasi bila anda memiliki persiapan yang cukup baik. Berikut ini adalah poin-poin yang sebaiknya anda persiapkan sebelum menjalankan ujian TOEFL :

a. TOEFL merupakan model tes yang memiliki pola-pola tertentu dan pasti.
Untuk itu selain mempersenjatai diri kita dengan kemampuan- kemampuan dasar dalam bahasa Inggris, sebaiknya anda juga mengenal pola-pola kompetensi yang diujikan dalam tes TOEFL.

b. Kenalilah bentuk-bentuk perintah ( direction ) dalam test TOEFL.
Karena ia memiliki pola kompetensi yang baku, anda dianjurkan untuk mengenal secara familier dengan bentuk-bentuk perintah yang terdapat pada soal ujian TOEFL, maka kepanikan anda akan terkurangi. Selain itu anda juga bisa memaksimalkan waktu ujian untuk lebih berkonsentrasi pada soal-soal yang akan diujikan.

Sumber: